Semakin Akhir Z4man,Manusia Semakin Pel1k..Mamelihara Patung Sih1r Kini Jadi ‘Hobi’

Dunia Semakin Tua, Manusia Semakin P3lik, Pelihara Patung Si’hir Kini Jadi “Trend” Dan Dijual Terang-Terangan

Baru-baru ni viral pasal patung peliharaan ni dekat TikTok. Kalau korang tengok kan, patung ni dijaga dengan sangat rapi, bukan macam patung biasa. Siap disajikan makanan minuman, dipakaikan baju yang sangat mahal. Pastu ada pantang larang yang perlu diikut.

Korang akan nampak tuan dia layan patung ni macam baby betul tau. Siap bercakap, dodoikan lagi. Tuan dia pulak bukan budak kecik tau, tapi orang dewasa. Influencer Thai & Indonesia pun dah ramai terjebak dengan patung ni.

Nak tahu sebabnya?

Sebenarnya, patung ni bukan patung kosong. Patung ni berkhadam (ada penunggu). Nama dia Kumanthong Doll, boleh search. Dia patung yang dimasukkan janin bayi m4ti, pastu dibaca mantera dan dipercayai dpt memberi tuah/kekayaan/tarik jodoh pada tuannya. Tapi dekat Thailand sdiri pun, dh ramai yang buang patung ni sebab xtahan dgn g4ngguan dia.

Mak ayah yang ada anak kecik suka main Shopee tu, kena jaga2 jugak. Sbb dekat Shopee pun ada jual Kumanthong Doll ni. Kalau budak tgk, konfem diorang nak sbb comel.

Reminder : CikSue bagitau ni sebab dekat Tiktok tu, ramai adik2 remaja yang nampak berminat nak pelihara benda ni. Mungkin dia ingat patung ni patung biasa, sekadar hobi. Jadi, CikSue kongsikan peringatan ni untuk kalian. Ingat, HARAM ye meletakkan pergantungan selain dari Allah bagi yang beragama Islam. Jadi, jangan ada pulak yang berminat nak dapatkan patung ni.

Percayalah, benda-benda halus ni bila dah terkena, makan masa nak berubat dan sembuh tau. Nauzubillahiminzalik. Tapi dalam masa yang sama, tolong jaga tutur kata juga ye. Ini tentang perbezaan agama dan budaya. Mereka berpegang pada kepercayaan mereka, dan kita berpegang pada kepercayaan kita iaitu ISLAM.

UPDATED : CikSue baru tahu rupanya kisah pasal Kumanthong ni ada diadaptasi ke dalam filem di Netflix. Yang berminat, boleh tengok. Tajuknya The Guardian. Yang acah-acah berani macam CikSue, mohon sedar diri. Penakut buat cara penakut
INI KISAH PENGALAMAN SEBENAR SEORANG WARGA INDONESIA MEMILIKI KUMANTHONG DOLL

Kisah kali ini dibawa oleh seorang perempuan yang punya pengalaman memiliki kumanthong. Kebetulan kakak tirinya seorang suhu di Indonesia, dan memberikan kepadanya. Kumanthong sendiri merupakan jimat yang umumnya terdapat bayi di dalamnya, aslinya berasal dari Thailand.

Tujuannya bisa bermacam-macam, umumnya lebih untuk mendapatkan keberuntungan. Kisah berikut ini merupakan kisah nyata seorang perempuan yang pernah memiliki kumanthong. Saya memiliki satu kakak tiri, yang seorang du’kun. Dia biasanya dipanggil “Suhu”, karena dia merupakan ahli taoist dan memahami ilmu perdukunan aliran Tionghua.

Sekitar tahun 2010, waktu itu saya sedang berlibur dan pergi mengunjunginya. Waktu itu dia tengah membuat kumanthong. Jadi sambil menunggu, temannya (atau lebih tepat, muridnya) menjelaskan ke saya apa itu kumanthong. Saya sudah pernah mendengar cerita kumanthong ini dari teman Thailand. Namun belum pernah sekalipun saya melihatnya. Kali ini merupakan kesempatan saya untuk melihat yang asli.

Kumanthong adalah jimat, berbentuk patung kecil, dan terkadang ditutup dengan kotak kaca. Kamu bisa cari di Google. Banyak sekali foto-foto mereka. Kebetulan kumanthong saya sudah hilang sehingga saya tidak bisa posting di sini.

Ada beberapa jenis kumanthong. Saya hanya ingat tiga. Yang pertama itu tidak mengandung r0h, hanya diberi blessing oleh bikkhu Buddhist supaya memiliki kekuatan. Mungkin mirip-mirip omamori Jepang. Yang kedua, seperti punya saya, terdapat roh bayi. Umumnya terjadi gara-gara diaborsi ataupun keguguran. Yang terakhir adalah lok krok, yang ini dibuat dari jasad bayi, dan umumnya j4hat.

Kakak tiri saya bilang tidak semua orang sanggup memiliki kumanthong. Dia mengatakan bahwa r0h di dalamnya akan memilih tuannya sendiri, atau ada koneksi antara r0h dan pemilik, atau ada ikatan karma, atau mungkin juga sudah ada takdir bahwa r0h tersebut akan dimiliki oleh orang tertentu.

Biarpun kumanthong ini sifatnya seperti jimat, tetapi kita harus memperlakukannya layaknya seorang bayi. Kita harus membelikan makanan dan mainan, berdoa untuk mereka. Dan sebagai gantinya mereka akan melindungi kita (walaupun tidak banyak) dan memberikan kita keberuntungan. Selama kita merawat mereka dengan cara begitu, suatu saat, ketika karmanya sudah terpenuhi, dia akan terlahir kembali.

Kumanthong yang dibuat kakak tiri saya adalah seorang laki-laki. Usianya lima bulan ketika dia diaborsi. Jangan tanya bagaimana dia bisa tahu atau mendapatkan r0h itu. Saya tidak tahu. Dia memberikan bayi laki-laki itu sebuah nama Tionghua dan menyegelnya.

Nama bayi itu adalah Guangsong, yang secara harfiah artinya “Pinus Bercahaya”. Dia memberikannya ke saya waktu bertemu dengan saya. Karena menurut dia saya datang tepat pada saat dia sedang memberikan nama pada kumanthong itu, jadi sudah pasti merupakan takdir. Siapakah saya sehingga berani melawan takdir? Jadi saya pun menerimanya.

Saya selalu menyiapkan coklat, snack, susu, dan mainan untuk Guangsong setiap dua tiga hari. Uniknya setiap satu dua jam ketika saya membuka penutup susu, susunya sudah rusak seperti sudah dibuka selama dua minggu. Kata kakak tiri, r0h juga makan, tetapi mereka hanya mengkonsumsi “energi” dari makanan. Oleh karenanya membuat makanan menjadi busuk akibat kehilangan “qi”.

Pernah sekali, saya membuka wafer berlapis coklat. Setelah lima belas menit, saya teringat saya belum membuka pembungkus plastiknya. Tetapi begitu terbuka, ternyata coklat pembungkus wafer hampir hilang, seolah-olah ada yang menjilati coklatnya. Wafernya sendiri tidak tersentuh.

Kadang-kadang jimatnya bisa bergerak sendiri, berputar di atas meja saya. (Saya rasa jimat itu sebetulnya merupakan tempat tinggal roh). Dan kadangkala ketika saya meninggalkannya (dia pasti mendengar saya, setiap kali saya bilang tetap di kamar, dan jangan ganggu anggota rumah yang lain, dia pasti akan diam).

Ketika saya balik, kamar saya sudah acak-acak, seperti anak kecil yang kesal dan mengacak-acak barang-barang ibunya. Pada saat awal-awal saya mendapatkannya, kalau saya tidak menyuruh dia diam, dia pasti akan selalu mengg4ngu anggota rumah yang lain, dan membuat mereka ket4kutan.

Sekitar satu tahun setelah mendapatkannya, saya terbangun di satu malam dan melihat dia berdiri di samping saya. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya. Entah bagaimana tanpa berbicara saya paham dia sedang mengucapkan selamat tinggal ke saya.

Pagi harinya, jimat saya sudah hilang. Saya telepon kakak tiri saya dan memberi tahu bahwa anak laki-laki itu sudah terlahir kembali. Saya selalu mendoakannya semenjak saya mendapatkannya. Dan saya juga masih mendoakannya hingga sekarang. Saya berharap suatu hari bisa menemui dirinya, dalam wujud reinkarnasinya.

AMARAN KERAS BUAT SEMUA DIHARAP TIDAK ADA SEORANG PUN DARIPADA KITA TERJEBAK DALAM PERKARA SYIRIK MENYEKUTUKAN ALLAH INI.

Sumber: Harmagidun,com via trending101news.com

Dalam Al Quran surat Al Anbiya ayat 51-54, Allah SWT berfirman mengenai perilaku penduduk di zaman Nabi Ibrahim di mana mereka menyembah patung-patung. Nabi Ibrahim pun mengingatkan para penduduk bahwa mereka dalam kesesatan.

Arab: قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Latin: qāla laqad kuntum antum wa ābā`ukum fī ḍalālim mubīn
Artinya: Dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.’

Lantas, bagaimana hukum patung dalam Islam?

Hukum Patung dalam Islam Menurut PBNU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud, mengatakan, pembuatan patung, boneka, lukisan, gambar, dan diorama sudah ada dari zaman dulu, dan menjadi barang kebutuhan karena kegunaannya. Ia mengatakan, hukum membuat patung adalah mubah, selama penggunaannya untuk hal-hal yang tidak menyebabkan mudarat.

“Jika barang-barang tersebut misalnya kegunaannya adalah untuk alat peraga mengajarkan ilmu pengetahuan, mengingat peristiwa peristiwa yang maslahatnya harus dijaga dan dibutuhkan, atau barang tersebut adalah untuk permainan anak yang tidak menimbulkan mudharat, hukumnya adalah boleh (mubah),” kata Marsudi kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Marsudi mengatakan, membuat patung menjadi haram jika patung tersebut dijadikan sembahan seperti di zaman jahiliyah.

“Yang tidak boleh (haram) adalah jika barang-barang tersebut adalah untuk dijadikan tuhan, lalu disembah sebagaimana zaman jahiliyah, patung-patung atau berhala dijadikan sesembahan, dijadikan tuhan, maka itu musyrik,” kata Marsudi.

Marsudi menambahkan, patung juga boleh digunakan sebagai mainan. Ia mencontohkan, Aisyah R.A., istri Nabi Muhammad SAW tidak dilarang bermain boneka oleh Rasulullah.

“Jika misalnya barang tersebut digunakan untuk perhiasan, mainan, dan tidak mendatangkan fitnah atau maksiat, maka boleh-boleh saja. Sebagaimana Sayyidatina Aisyah dan teman-temannya senang bermain boneka, Rasulullah tidak melarang,” kata Marsudi.

Hukum Patung dalam Islam Menurut K.H. Quraish Shihab
Cendekiawan K.H. Quraish Shihab mengatakan, seni pahat atau seni patung dahulu memang dilarang pada masa Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabat Nabi akibat dijadikan sarana ibadah kepada selain Allah.

Di sisi lain, Quraish Shihab menjelaskan, hukum patung dalam Islam adalah boleh-boleh saja jika pahatan menjadi ekspresi keindahan dan tidak mengarah pada penyembahan kepada selain Allah, seperti dikutip dari situs resmi Quraish Shihab quraishshihab.com.

Quraish Shihab mengatakan, ulama juga mengingatkan bahwa Nabi Sulaiman pun memerintahkan jin untuk membuat patung-patung untuk dinikmati keindahannya, bukan untuk disembah, seperti tertuang dalam Al-Qur’an surat Saba’ ayat ke-13:

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ – ١٣

Artinya: Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Q.S. Saba’ [34]: 13)

Quraish Shihab mengatakan, sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW juga tidak menghancurkan patung-patung peninggalan dinasti-dinasti Fir’aun saat para sahabat menduduki Mesir. Ia menambahkan, patung-patung tersebut tidak disembah, tidak juga dikultuskan. Di sisi lain, peninggalan tersebut dipelihara dengan amat baik, di antaranya sebagai pelajaran dan renungan bagi yang melihatnya.

“Benar bahwa ada riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa “Malaikat tidak masuk ke satu rumah bila di dalamnya terdapat patung,” tetapi itu bila patung tersebut disembah, atau melanggar sopan santun atau mengundang selera rendah. Menikmati keindahan adalah fitrah manusia secara universal, sedang Islam adalah agama universal yang bertujuan membangun peradaban,” kata Quraish Shihab.

Quraish Shihab mengatakan, kebenaran, kebaikan, dan keindahan adalah tiga unsur mutlak bagi satu peradaban. Mengekspresikan keindahan, lanjutnya, melahirkan seni.

“Mencari yang benar menghasilkan ilmu, menampilkan kebaikan mencerminkan moral, dan mengekspresikan keindahan melahirkan seni. Namun, ketiganya tidak berarti jika tidak ada yang menggali, menampilkan, dan mengekspresikannya,” jelasnya.

Nah, demikian penjelasan mengenai hukum patung dalam Islam. Semoga mudah dipahami ya, detikers.

Sudah Baca Jangan Lupa Like & Share Yaa.. Terimakasih..

Jom join group Ceramah Apa Hari Ini (CAHI) , Sama2 Kita Mencari Serta Berkongsi Ilmu… insyaAllah bermanfaat disana.. TQ
Ingin Sertai –> Klik Di Sini